Uji Klorofil Dari Daun Suji Sebagai Pewarna Pakaian: Dasar Teori

2008 November 11
by anubissummoner

BAB II

DASAR TEORI

KLOROFIL

Klorofil merupakan zat warna hijau pada daun. Dengan adanya klorofil pada daun, tumbuhan yang memiliki daun hijau dapat menghasilkan makanan melalui proses fotosintesis. Klorofil merupakan zat yang sensitif terhadap cahaya, terutama sinar dengan warna ungu atau biru dan jingga atau merah. Pada daun, ada dua jenis klorofil, yaitu klorofil a yang mengandung warna dominan hijau dengan susunan kimia C55H72MgN4O5 dan klorofil b yang didominasi warna biru dengan susunan kimia C55H70MgN4O6. Klorofil-klorofil ini disimpan dalam organel-organel penyimpan klorofil, yaitu kloroplas.

DAUN SUJI

Suji

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Liliopsida
Ordo: Asparagales
Famili: Ruscaceae (Dracaenaceae)
Genus: Dracaena
Spesies: D. angustifolia

Daun suji merupakan bagian dari tanaman suji yang biasanya diambil untuk keperluan boga. Tanaman suji merupakan tanaman perdu tahunan yang memiliki bunga majemuk wangi berwarna putih kekuningan, yang pada beberapa tanaman memiliki semburat ungu. Daun suji dipakai sebagai pewarna makanan dengan warna hijau yang lebih pekat daripada daun pandan, namun tidak memiliki aroma yang harum. Akar dan rimpang dari suji dipercaya dapat mengobati leukemia dalam pengobatan Asia Timur. Klasifikasi dari tanaman suji adalah sebagai berikut:

Tabel klasifikasi tanaman suji di samping diambil dari id.wikipedia.org/wiki/Suji. Dari tabel di samping, dapat diketahui bahwa suji merupakan anggota dari divisi Magnoliophyta (Spermatophyta), yang berarti perkembangbiakannya melalui biji. Dengan genus Dracaena, maka nama resmi dari suji adalah Dracaena angustifolia.

TRANSPORTASI ZAT

Dalam proses pewarnaan tekstil, terjadi perpindahan zat secara difusi, yaitu perpindahan zat atau molekul dari daerah dengan konsentrasi tinggi menuju daerah dengan konsentrasi rendah. Pada hal ini, pigmen warna akan berpindah, yaitu dari tempat berkonsentrasi tinggi, yaitu cairan pewarna, menuju tempat berkonsentrasi rendah, yaitu kain polos yang belum mengandung zat warna itu. Selain difusi, juga terjadi kapilaritas, yaitu perpindahan zat yang terjadi melalui saluran yang sangat tipis akibat adanya pengaruh dari adhesi dan kohesi yang terjadi antara zat tersebut dengan pinggiran salurannya. Dalam hal pewarnaan pakaian, adhesi yang kuat antara zat warna dengan serat-serat kain mempercepat perpindahan zat warna melalui serat kain, sehingga zat warna dapat berpindah dengan cepat ke sepanjang serat kain.

ALKOHOL

Alkohol merupakan zat cair yang kami gunakan dalam percobaan kami. Alkohol adalah istilah yang umum untuk senyawa organik apa pun yang memiliki gugus hidroksil (-OH) yang terikat pada atom karbon, yang ia sendiri terikat pada atom hidrogen dan/atau atom karbon lain (http://id.wikipedia.org/wiki/Alkohol). Alkohol dibagi menjadi 3 jenis, primer, sekunder, dan tersier, berdasarkan berapa banyak gugus karbon yang terikat pada atom karbon di mana gugus hidroksil tersebut terikat. Alkohol memiliki beberapa sifat, antara lain sebagai pereaksi, pelarut, dan bahan bakar. Sifatnya sebagai pelarut yang baik ini menyebabkan dalam proses pelarutan klorofil, kami menggunakan alkohol sebagai pelarut.

Daftar Pustaka, klik di sini untuk langsung melihat daftar pustaka yang digunakan dalam laporan ini.

One Response leave one →
  1. 2009 July 27

    Sahabat, wah bagus sekali Uji ilmunya, tapi bab III dan V nya dimana ya, saya cari cari kok belum ada, terimakasih. tetap sharing ilmunya ya

    Wassalamu’alaikum salam persahabatan.

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS