Alteration. Artinya, perubahan. Sudah, jelas kalau begitu, kalau gw bakalan ngomongin soal sesuatu yang berhubungan dengan perubahan.

Yap. Sesuatu akan segera berubah dalam hidup gw. Yah, meskipun tidak begitu besar dampaknya bagi orang lain, bagi gw ini cukup besar.

Tadi siang, sekitar jam 13.30 sampai 14.45, gw ngadain pemilihan pengurus MPK yang baru. Masa jabatan gw sebagai ketua MPK akan segera habis, tinggal menunggu waktu hingga RPJ, dan gw akan meninggalkan jabatan yang gw pegang selama kurang dari satu tahun (sepertinya terpendek dalam sejarah SMP Recis JKT) dan menurunkannya kepada calon ketua terpilih, yang akan  melanjutkan keberadaan MPK di SMP recis. Yang pasti, dia akan menjabat lebih lama dari gw.

Pas pemilihan tadi, dari sekitar 15 orang yang gw panggil untuk datang dan ikut pemilihan MPK, hanya 7 orang yang datang. Jumlah yang benar-benar pas untuk pengurus MPK. 7 orang. Terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, dan 4 angota yang membawahi sekbid-sekbid di OSIS. Yang datang tadi itu:

  1. Albert Ainsley
  2. Megautari Anjani
  3. Tania Rosa Hartanty
  4. Catharine
  5. Michael Sugondo
  6. Fiorello Arthur
  7. Robert Liono

Daftar tadi gw tulis berdasarkan urutan kampanye. Mereka tadi kampanye, mempromosikan diri mereka, lalu melakukan pemilu kecil-kecilan. Yah, sebenarnya ngga sepenuhnya kecil-kecilan, soalnya pemilihnya 7 orang itu ditambah dewan guru dan MPK yang lama. Gw ngga begitu tau sih, soal jumlah suaranya, tapi klo ngga salah, MPK lama dikasih jatah 5 suara untuk setiap kandidat, kandidat memilih 2 dan masing-masing pilihan 1 suara. Jatah suara dewan guru masih ngga diketahui.

Tadi, MPK lama yang datang sih cuman ada 3. Gw, Gloria, sama Feby. Kami bertiga juga udah milih. Pilihan gw ngga bakalan gw ungkapin, begitu juga pilihan mereka. Masih confidential. Secret. Soalnya, ada seorang kandidat, anonymous, yang kadang-kadang buka blog gw.

Yaah, intinya, gw cuman berasa ada yang aneh aja ama diri gw. Dalam beberapa minggu ke depan, gw bukan pejabat lagi di SMP recis. Gw balik lagi jadi murid biasa, yang memegang title pensiunan MPK. Ya, sebenernya sih ngga ada title kyk gt… Hehehe… Gw bikin-bikin sendiri…. Gw mengalami sebuah perubahan..

Yah, sebenernya, gw cukup bahagia bisa pernah memegang jabatan sebagai ketua MPK SMP recis. Ini salah satu kebanggaan gw, terutama dengan status gw yang anak dari daerah, tepatnya Pontianak, gw bisa menjadi salah satu pejabat tinggi di SMP Recis. Ini menjadi semaca positive gesture buat gw. Gw dulu, pas masih di Pontianak, sering banget dipandang rendah sama temen2 gw. Gw sering dianggap sebagai freak. Tapi, di Jakarta, gw mendapat suatu perubahan yang cukup mantap dalam diri gw. Gw mulai lebih dihormati oleh teman-teman gw. Gw mulai dilihat sebagai orang yang potensial.

Ya, itulah yang gw dapatkan di Jakarta. Recognition. Pengakuan. Sesuatu yang selalu gw rindukan selama gw masih di Pontianak. Gw selalu dianggap freak sama temen-temen gw di Pontianak, hanya karena gw nggak setara dalam bidang ekonomi. Tapi, sekarang, gw diakui tanpa melihat apa yang menjadi kepunyaan duniawi gw. Meskipun, gw akui, tetep ada aja yang melihat gw dari sisi materi.

Begitulah. Dengan gw pindah ke Jakarta gw mendapat sebuah ‘alteration’. My life was altered. Hidup gw berubah. Gw mendapat ‘recognition’. Gw mendapat pengakuan. Gw mendapatkan apa yang ngga bisa gw dapatkan di Pontianak, dari teman-teman gw.

Sebentar lagi, hidup gw akan berubah lagi. Gw bukan lagi ketua MPK, sebentar lagi. Tapi, setidaknya, gw sadar bahwa gw udah diakui sama teman-teman gw sendiri, di Jakarta. Meskipun gw udah bukan ketua MPK lagi.