Aaah… Judul yang aneh.

Pasti udah banyak banget yang ngalamin kejadian di mana mereka ngerasa apa yang mereka yakini itu benar, ternyata sebenarnya benar-benar kebalik dengan yang sebenarnya…

Gw sih udah berkali-kali ngalamin yg kyk gitu… ang terbaru, terjadi 2 hari yang lalu(gw bilang gini, soalnya pas gw ngepost ini, udah jam 1.09 tgl 2 November 2008..) , pas gw ikutan bagian pertama dari National Smukiez Competition (sama seperti yang sudah pernah diungkap oleh Raymond di artikel “Pelayanan bagi sesama (Waiting for Oct 31)” , meskipun dia ngga nyebut-nyebut nama gw di situ…. Yah, terserah anda, sebaiknya tidak usah dipikirkan (gw minta maaf ama Raymond….. Bukannya pengen mengurangi kunjungan ke blog lu…..) Maksudnya, jangan dipikirin gw mereferensikan artikel itu dalam posting gw…..

Oke, back to topic. Ceritanya, kmaren gw ikut lomba itu pokoknya. Pertama, gw ama tim gw (Joanna Audrey n Floretina Priscila, orang pinter smua,  di antara kami ber3 gw yg paling bego) ikut tes tertulis yang boleh dikerjain ber3. Soalnya gila… susah bener…. Ada 2 soal yang kami debat habis-habisan. Yang pertama, itu ngomongin soal fase pembelahan sel. Ada gambar di situ, yang nunjukkin sebuah fase pembelahan sel, dengan keterangan pada soal sel membelah. Itu, kromosomnya (bentuknya V gt, ngga begitu jelas) ada di posisi kedua kutub sel. Gw berpegang pada argumen klo itu fase Profase, di mana benang-benang kromatin udah sempurna menjadi kromosom dan mulai mencari pasangan-pasangannya.  Priscil ama Audrey bilang klo itu fase Metafase, karena kromosom udah mulai membelah. kami semua terlalu terpaku sama gambar, karena kelompok-kelompok kromosom di gambar itu ada di kedua kutub. Mereka bilang, pas di gambar guru gw, Metafase II itu inti sel memang ada di kedua kutub. Gw tetap bilang itu Profase, soalnya yang gw ingat pada fase metafase itu semua kromosom masih berada di daerah ekuator sel. Tapi, ternyata, setelah kami cek setelah tes, ternyata itu adalah Anafase, karena keterangan di soal “sel membelah”, dan pad fase Anafase, sel memang mulai melakukan pembelahan seluruhnya yang terjadi karena proses kariokinesis dan sitokinesis. Jadi, kami merperdebatkan 2 jawaban yang semuanya salah. Waduuuh……

Satu lagi juga di tes tertulis yang sama, tapi lain bidang, yaitu Fisika. Di soal, disebutkan ada sebuah barometer, dengan ketinggian raksa 76cmHg dan luas penampang A. Yang ditanyakan, bagaimana dengan ektinggian raksa kalau tabung barometer diganti dengan tabung dengan luas penampang 2A. Gw bertahan pada argumen bahwa  ketinggian raksa akan tetap pada level 76cmHg, karena menurut yang gw ingat saat itu, dengan ketebalan tabung yang beda-beda, ketinggian raksa bakalan tetap sama aja, karena ruang kosong di atas permukaan raksa dalam tabung merupakan ruang vakum, dan tekanan udara di sekelilingnya tetap. Sementara itu, yg lain tetap pada argumen bakalan turun, karena mengingat sifat yang biasa terjadi pada air, kalau tabung diperbesar 2x lipat, maka air akan turun juga. Jadi, sifatnya itu seperti air, makin luas penampang tabung, permukaan semakin turun. Gw susah bgt ne mo ngejelasinnya, berhubung itu bukan argumen gw. Nah, setelah ditelusuri lg dan gw nanya ama guru gw, ternyata itu seharusnya memang naik, bukan turun ataupun tetap… Tapi, tim gw tetep aja masuk ke semifinal…

Di semifinalnya, tim gw masuk tahap praktek. Tim gw mulai dengan praktek Kimia. Sebenarnya, gw rasa temen2 gw satu tim agak tergantung dikit ama gw, karena gw malam sebelumnya nanya2 ttg kimia ama bokap gw. Padahal, setelah ngeliat percobaannya, itu merupakan kimia fisika, yang kami smua udah belajar pas klas 1 SMP, teori zat dan partikel. Tapi, mereka masih aja rada bergantung ama gw gt… Prakteknya sederhana, cuman mengidentifikasi apakah materi A dan B senyawa atau campuran menggunakan 4 perlakuan. Sebelumnya udah ada percobaan pendahuluan, dengan melakukan 4 perlakuan itu kepada belerang sama besi. Praktek selanjutnya, praktek Biologi. Ada 3 bagian, yang pertama itu melihat proyeksi objek dari mikroskop, kemudian menjawab pertanyaan sesuai dengan pertanyaan yang diberikan atas bagian yang ditunjuk. Yang bagian kedua, PG. Yang ketiga, soal unjuk kerja yang ternyata beda-beda untuk tiap tim. Tim gw dapet uji amilum dengan menggunakan 5 bahan. yg A ama B tim gw bener2 ga yakin….. Untuk yang C, tim gw udah cukup yakin….. Terakhir, praktek VCK a.k.a. Fisika. Tiap tim diberi 2 bejana berisi 2 cairan. Bejana A berisi air, diketahui \rho = 1.010\frac{gram}{cm^3}. Bejana kedua berisi zat cari X yang tidak ada informasi apa-apa. Diberi petunjuk rumus Hukum Archimedes, dan menggunakan sedotan dan grotil, menggunakan alat hidrometer. Yang ini yang paling moderat pengerjaannya…

Nah, Jam 17 sekian, pengumuman tim yang lolos ke babak semifinal kmarin 1 November 2008, muncul. Seperti yang sudah kami duga, tim Recis ngga masuk semifinal. Tanpa kami duga, nilai praktek Biologi kami yang paling ngga memuaskan. Nilai praktek Kimia kami malah lebih memuaskan, lebih tinggi dari yang peringkat pertama. Yang Fisika… Yah, sudah lumayan… Dan gapapa bgt tuh….

Gw kaitkan dgn judulnya skarang….

Seperti yang gw bilang di paragraf sebelumnya, kami ngga menduga banget nilai praktek biologi kami malah yang kurang memuaskan. Kami merasa udah sangat yakin klo nilai biologi kami bakalan cukup tinggi, karena kami dapat soal unjuk kerja yang termasuk ngga rumit-rumit banget. Tapi, kami malah dapet nilai yang kurang, sepertinya gara-gara yang bagian A sama B. Tapi, kami malah ngga nyangka, Kimia, yang pelajarannya aja di skul gw baru buat klas 7, kami malah cukup tinggi.

Kami juga jadi agak bingung….

Tapi, ini sebenarnya, menurut gw, ini membuktikan sesuatu.

Kita memang ngga bisa menentukan apa yang akan terjadi sama kita di masa depan. Itu urusan Tuhan. Kita hanya perlu melakukan apa yang menurut kita paling bagus untuk mengisi hari ini. Dan berhenti memprediksi masa depan. Yang terpenting adalah hari ini, bukan masa depan ato masa lalu.

Akhir tulisan, gw cuman mau minta maaf, buat semua orang yang merasa dipojokkan, disindir, atau tersinggung atas post ini… Gw juga minta saran ama kritik ne…. Heheheehe…