Dreams and wishes. Semua orang pasti punya. Klo nggak, sepertinya orang itu antara merasa hidupnya udah sempurna, atau klo nggak udah pasrah. (spertinya…)

Jelas, gw punya ini. Banyak banget malah. Saking banyaknya, gw jadi berpikir klo gw itu kurang bersyukur atas apa yang gw punya di dunia ini. Tapi, punya sesuatu yang namanya impian atau keinginan ini bisa jadi motivator yang sebenernya jauh lebih handal lho dibandingkan dengan motivator2 yang sering seminar. Di sebuah bisnis, bahkan para anggotanya diwajibkan mengisi sebuah dreambook, yang isinya semua impian-impian mereka. Ini sepertinya supaya mereka berjuang mengembangkan usaha ini, dengan dimotivasi keinginan untuk meraih impian itu.

Sebenernya, dipikir2, bner juga lho. Klo misalnya manusia udah ga punya impian, manusia itu hidup di dunia buat apa coba? Oke, tentu saja kita harus merawat semua kehidupan yang ada di sekitar kita seperti yang sudah didelegasikan sama Tuhan… Tapi, klo misalnya ga ada impian, perjuangan manusia jadinya sia-sia dong? kecuali klo misalnya orang itu emang hobinya berjuang untuk hal yang sia-sia. Masuk akal klo hobinya emang tu. Tapi, siapa sih manusia yang kyk gitu? Bahkan para pekerja sukarelawan punya impian, most likely berhubungan dengan apa yang dikerjakannya, atau lebih luas lagi, membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

Gw sih, pribadi, merasa kalau semua impian gw itu masih lumayan jauh dari kenyataan. Secara, impian gw masih me-oriented. Dengan begitu, gw harus berusaha sendiri ngedapatinnya. Dan berhubung gw belum punya pendapatan pribadi, masih bakalan jauh deh…. Soalnya impian-impian gw meliputi ngebeli barang-barang yang bisa dibilang cukup mahal…

Gw sih pengen, gt, punya impian yang we-oriented. Jadi untuk kepentingan orang banyak. Gw jadi merasa seperti orang yang manja dan egois banget, punya impian yang me-oriented mulu.

But, the point is, it’s good to have any dream… It means you still have something to fight in this cruel world….