Oke setelah berhari-hari ngeniatin pengen nulis tapi ga jadi2 tentang kunjungan wisuda ke UI, hari ini gw pengen nulis buat curhat yang puas. Seperti biasa hal yang gw galaukan adalah masalah masa depan, tapi bukan masa depan seperti yang biasanya. Kali ini gw menggalaukan unit gw yang tersayang, STEMA.

Gw ga tau gw udah pernah cerita atau belom di sini, tapi selama hampir setahun ini gw menjabat sebagai Presiden STEMA, atau dengan kata lain ketua unit. Hampir satu tahun gw jadi nahkoda unit ini, dengan segala dinamikanya, dengan segala terjun payung terjun bebas dan sepak terjangnya. Dan sekarang, dalam waktu kurang dari 2 minggu, gw bakal turun jabatan dan digantikan oleh Presiden yang baru. Seharusnya, sebagai seorang mahasiswa tingkat akhir yang kerjaannya harusnya tinggal bikin TA doang, gw seneng dong udah ada pengganti? Harusnya seneng dong, sekarang tinggal musingin TA doang?

Well things went the way that I least expected. Kemaren-kemaren sebelum pemilihan presiden yang baru, gw selalu diecengin ama anak-anak STEMA kalo gw jadi presiden 2 periode aja, mengikuti jejak langkah Tuanku Pasrah Membahana. Tentulah gw nolak, orang gw mau lulus cepet kok wkwk. Pas si presiden baru ini terpilih juga waktu itu, gw juga cukup senang karena udah terjamin bahwa gw bisa turun nanti dan udah ada pengganti.

Tapi entah kenapa, semakin menjelang LPJ dan sertijab, gw semakin khawatir. Khawatir, bagaimana nanti STEMA di tangan BP yang baru? Bakal diarahkan ke mana manusia-manusia ajaib itu? Bagaimana nanti STEMA bakal dilihat sama orang? Bagaimana hubungannya dengan unit-unit lain? Anak-anak bakal masih pada bertahan ga di STEMA? Bakal bertelur karya apa lagi? Kesalahan apa yang bakal terjadi? Terobosan apa aja yang bakal terlaksana? Kesalahan-kesalahan gw dulu bakal diulangi kah? Ditebus kah? Diperbaiki kah? Akankah apa yang udah gw buat setahun kemaren dianulir? Atau akan dikembangkan?

Sejujurnya ini bukan keinginan gw juga berpikir seperti ini wkwkwk. Kalo gw bisa rela-rela aja dan tenang-tenang aja gw juga bakal gitu. Tapi ga tau sih ya. Maybe it’s only that I have loved these people so much that I’d do anything for them. Mereka orang-orang kesayangan gw. Unit ini adalah kebanggaan gw. Dan gw ga rela kalo harus ninggalin kesayangan gw di sembarang tangan. Kalo minggu lalu gw pengen turun, minggu ini entah kenapa malah ga pengen turun wkwkwk. That irrational lack of trust. Of course I should trust Irham and his team! Mungkin memang soundtrack yang tepat buat gw adalah The Times They Are A-changin’ oleh Bob Dylan. I have to learn to let go, remember that times are not how they used to be, and that it’s time for me to let my juniors take care of STEMA the best way they know how and the best way they will.

Yah, sejujurnya sebagian dari gw masih belom rela melepaskan STEMA. Tapi sebagian dari gw pengen. Gw harus percaya bahwa mereka punya rasa sayang yang sama seperti gw sama STEMA, dan mereka juga tidak akan merelakan STEMA jatuh. Jangan sampai STEMA jatuh kembali ke lubang vakum yang mematikan itu. Jangan sampai kesalahan yang sama diulang-ulang berkali-kali. Gw percaya sama kalian, Irham dan BP yang baru! Jaga STEMA baik-baik! Kembangkan STEMA, dan jangan lupa tetap rendah hati dan jangan jadi sombong. Jadilah manusia atau mati!